Pernah merasa ingin jadi orang lain? Ketika melihat atlet ingin jadi atlet. Ketika melihat youtuber ingin menjadi youtuber, atau ketika melihat orang pintar fisika saat itu juga mengutuk diri sendiri supaya pintar fisika.
Pernah menjadi penonton karena nyaman mengidolakan pemain? Kenapa tidak terpikir untuk menjadi sosok pemain? Kawan, sebenarnya mengidolakan orang lain itu suatu hal yang wajar, yang tidak wajarnya adalah mengidolakan penuh sampai mengidentifikasinnya. Rasulullah pun tidak menyuruh ummatnya untuk benar-benar 100% mengikuti tingkah laku beliau, meskipun untuk urusan ibadah memang harus sesuai dengan yang dicontohkan beliau.
Mengapa demikian? Ini penting kawan, karena banyak remaja seusia kita yang tanpa filter menjadi pembebek bagi idolanya. Bukankah sudah fitrahnya manusia untuk memiliki keunikannya masing-masing, yang dengan keunikannya inilah kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri kita. Jangan iri atas keunggulan orang lain, karena pada dasarnya kita pun memiliki hal serupa yang harus kita gali tanpa meng copy. Lagi pula, dunia akan membosankan apabila semua harus sama.
Camkan Kawan! Kita itu unik, kita itu hebat, kita itu keren, kita itu punya potensi yg luar biasa. Maka, kita harus bangga menjadi diri sendiri. Lalu, buatlah bangga kedua orang tuamu, teman-temanmu dan lingkunganmu dengan keberadaanmu
Kita itu unik dan keren!!
BalasHapus