Kata "Biar apa?" Biasanya dipakai sebagai gurauan jika motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak jelas. Misalnya, ada orang mau bunuh diri tapi update status dulu. Atau ada orang yang berkelahi di kolom komentar karena meributkan keyakinan yang mereka percaya. Nah, saat itulah kita bisa berkata "Biar apa?"
Meski sederhana, kata itu cukup untuk membuat kita merenung haha. Seperti, apa sebetulnya motivasi kita? Kenapa kita melakukan ini semua? Untuk hidupku sendiri, misalnya, saat kebanyakan orang memilih untuk menggantungkan nasib pekerjaannya dikantor, dan cita-citanya yg tinggi, serta melakukan rutinitasnya.
Kami malah nyaman-nyaman saja menjadi seperti ini, kemana-mana memakai celana cingkrang dengan jaket yg tak pernah ganti, dan rambut panjang yg tidak tersisir.
Saat keluarga besar berkumpul, yang terlihat seperti orang payah, ya, cuma kami. Kalau kujelaskan seorang penulis, malah ditanya, kapan bukunya jadi mega best seller? Kalau kujelaskan seorang jurnalis, malah ditanya lagi, siapa saja orang terkenal yg sudahku wawancarai? Kan pusing.
Jadi, biar apa? Hmm... ini jawaban terbaikku. Kami menulis biar pikiranku bisa tertuang dan tidak tertahan, lalu menjadi beban. Berselancar di internet pun biar bisa bertemu dengan gagasan, ilmu dan juga sahabat baru. Bukankah harta yg paling tak ternilai adalah persahabatan? Ketika seseorang yang tak kukenal membaca tulisanku, lalu merasakan apa yang disampaikan, maka kami bersahabat dengannya. Ketika membuat karya pun, kami telah bersahabat dengan masa lalu.
Dan kau tau apa yg paling penting? Ketika kita melakukan semua ini didasari rasa senang tanpa menggerutu, maka kita telah bersahabat dengan diri sendiri.
Lain kali sebelum melakukan sesuatu, coba pikir ulang lagi dan lagi. Biar apa? Jika alasanmu kuat, lakukanlah. Namun jika itu hanya letupan sesaat, hentikanlah. Karena, motivasi menentukan kemana arah langkah kita selanjutnya.
-Catatan Juang
Komentar
Posting Komentar