Langsung ke konten utama

11:40 PM

Bagaimana jika diri ini rapuh?

Haha mana mungkin, dirimu belum pernah saja terbentur. Apa kamu berharap 'terbentuk' tanpa terbentur terlebih dahulu? Jika demikian, hentikanlah! Karena ada yg salah dengan esensi mu. Tuhan mengetahui mana yang terbaik untuk hambanya, tapi Tuhan tidak akan memberi kepada hamba yg tidak mau menunjukkan usahanya.

Semangat Payah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyulam Napas

Dalam senyap malam yang panjang  Tatkala bintang-bintang terasa karam,  Angin bercengkrama laksana lembayung Berbisik, menitip pesan dalam lembutnya sang malam Tiap jeda, waktu bergulir samar Tawa kecilnya menyusup di balik rinai air hujan Membentuk nada mengisi celah-celah  Menggema dalam hening yang tak bersuar Melodi jiwara tenggelam  Manunggal bersama napasku perlahan  Ringkih, merawat kenanga yang gugur Lantas kita bersikeras menjaganya agar tak luruh Demi langkah yang memikul resah,  Duka telah mengunci kita dalam pudarnya,  Yang terperi di balik derita  Tenggelam bersama warna-warni pelangi

Jendela seberang

Pernah merasa ingin jadi orang lain? Ketika melihat atlet ingin jadi atlet. Ketika melihat youtuber ingin menjadi youtuber, atau ketika melihat orang pintar fisika saat itu juga mengutuk diri sendiri supaya pintar fisika. Pernah menjadi penonton karena nyaman mengidolakan pemain? Kenapa tidak terpikir untuk menjadi sosok pemain? Kawan, sebenarnya mengidolakan orang lain itu suatu hal yang wajar, yang tidak wajarnya adalah mengidolakan penuh sampai mengidentifikasinnya. Rasulullah pun tidak menyuruh ummatnya untuk benar-benar 100% mengikuti tingkah laku beliau, meskipun untuk urusan ibadah memang harus sesuai dengan yang dicontohkan beliau.  Mengapa demikian? Ini penting kawan, karena banyak remaja seusia kita yang tanpa filter menjadi pembebek bagi idolanya. Bukankah sudah fitrahnya manusia untuk memiliki keunikannya masing-masing, yang dengan keunikannya inilah kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri kita. Jangan iri atas keunggulan orang lain, karena pada dasarnya kita...

Biar apa ?

 Kata "Biar apa?" Biasanya dipakai sebagai gurauan jika motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu tidak jelas. Misalnya, ada orang mau bunuh diri tapi update status dulu. Atau ada orang yang berkelahi di kolom komentar karena meributkan keyakinan yang mereka percaya.  Nah, saat itulah kita bisa berkata "Biar apa?" Meski sederhana, kata itu cukup untuk membuat kita merenung haha. Seperti, apa sebetulnya motivasi kita? Kenapa kita melakukan ini semua? Untuk hidupku sendiri, misalnya, saat kebanyakan orang memilih untuk menggantungkan nasib pekerjaannya dikantor, dan cita-citanya yg tinggi, serta melakukan rutinitasnya.  Kami malah nyaman-nyaman saja menjadi seperti ini, kemana-mana memakai celana cingkrang dengan jaket yg tak pernah ganti, dan rambut panjang yg tidak tersisir.  Saat keluarga besar berkumpul, yang terlihat seperti orang payah, ya, cuma kami. Kalau kujelaskan seorang penulis, malah ditanya, kapan bukunya jadi mega best seller? Kalau kujelaskan seor...